Saturday, December 04, 2010

Mahasiswa Ideal

Mahasiswa ideal, apaan tuh? Mana ada yang ideal di dunia ini. Itulah kira-kira celoteh banyak mahasiswa ketika ditanya tentang mahasiswa ideal. Sungguh sebuah jawaban yang terlalu pessimistis. Hal ini menunjukkan mentalitas generasi muda kita dewasa ini. Generasi yang terlanjur trauma dengan beratnya jejak-jejak penjajahan kolonial, perekonomian yang kian memburuk dan krisis keteladanan dari generasi tua.

Ideal, idealis adalah predikat mahasiswa seharusnya. Menjadi ideal adalah sebuah pengharapan yang dibaringi tindakan. Menjadi ideal menuju kesempurnaan adalah proses panjang yang harus dilewati, diwujudkan. Terus berusaha, tanpa kenal kata henti adalah menjadi kata kuncinya.

Kalau pepatah mengatakan, “No body perfect in the world”. Itu benar adanya karena memang sudah menjadi fitrah bahwa manusia itu ada pada kelemahan atau kekhilafan. Namun hal itu bukanlah berarti pasrah begitu saja, stop action? No. Sebuah hal yang ideal, untuk mencapainya butuh proses yang panjang, yang tak kenal lelah, yang terus melaju-fokus pada hasil akhir. Proses adalah segala-galanya bukan hasil. Proseslah yang menjadi parameter kesuksesan hakiki bagi seorang yang mengaku idealis.

Sebagai seorang yang mengaku bertuhan, kita akan teringat bahwa Allah melihat pada prosesnya bukan pada hasilnya. Proses yang baik dan benar serta hebat pasti membawa hasil yang baik, sekalipun secara lahiriah terlihat gagal dalam waktu tertentu—tetap saja proses yang baik, benar dan hebat itu penuh keberkahan. Keberkahan-kebarkahan itu semisal kesabaran yang patut dicontoh, kejujuran yang layak ditiru, kerja keras yang mesti dicontoh, kebahagiaan hati, dan ketenangan orang-orang sekeliling kita.

Proses yang baik, benar dan hebat itu cepat atau lambat pasti memberikan hasil yang mengagumkan. Ingat rumus berikut ini, keberuntungan adalah kesiapan yang bertemu dengan kesempatan. Kesiapan butuh proses yang panjang. Nah, orang yang berproses sebenarnya tinggal menunggu waktu suksesnya.

Kembali ke ideal atau sempurna. Pada seorang mahasiswa, ia akan dikatakan mahasiswa mendekati ideal, bila :

  1. Mengenali sejarah bangsa hingga dirinya sendiri.
  2. Jujur dalam menilai diri sendiri, dan berlaku jujur pada yang lain.
  3. Berjiwa sosial, atau anti individualistik.
  4. Beretos kerja yang tinggi (kerja ‘keras & cerdas’)
  5. Berakhlak terpuji.

Itulah kiranya beberapa kriteria mahasiswa ideal yang dibutuhkan bangsa ini kedepannya. Bangsa ini tidak membutuhkan orang cerdas tapi cerdas pula mengibuli. Negeri ini sudah kapok dengan orang-orang pintar namun pintar pula mengelabui bangsanya sendiri. Negara ini tidak butuh orang-orang bergelar tinggi tapi kalau perilakunya lebih rendah dan hina daripada tikus ( hobi merampok uang rakyat alias korupsi. Catatan : gelar tambahan mereka setelah doctor adalah koruptor!)

koruptor

koruptor

Bangsa ini merindukan keberadaan generasi yang minimal memiliki lima (5) criteria diatas. Dengan demikian terciptalah apa yang menjadi impian negeri kita selama ini. yakni, terwujudnya Negara yang aman dan makmur di bawah lindungan-Nya. (Ditulis oleh Ali Margosim, untuk sebuah perubahan)

Tags: , , , , , ,

Posted on by handi priyono in